Kehidupan di dekat Qasioun
Biografi Arab menyebut kelahirannya pada 1318 H di al-Salihiyya, Damaskus. Setelah ayahnya wafat ketika ia masih kecil, ibunya mengatur pendidikan awal Al-Qur’an. Pada usia dua belas tahun ia mulai belajar memahat batu. Ia lama bekerja di sekitar Qasioun, membuat bak batu dan benda lain, sambil menafkahi keluarga serta meneruskan belajar dan ibadah.
Hubungan dan ajaran
Sumber menyebut Badr al-Din al-Hasani, Muhammad ibn Jafar al-Kattani, dan Muhammad al-Hashimi di antara hubungan keilmuannya. Semua hubungan itu tidak harus berarti bentuk kemuridan yang sama. Kisah menjelaskan syariat dan hakikat melalui mata: syariat sebagai pupil, hakikat sebagai cahaya. Keduanya dibutuhkan bersama. Peristiwa militer dan politik dijelaskan dalam biografi Arab; pilihan ini berfokus pada pendidikan serta penyampaian spiritual.
